Rapat menentukan langkah FDKMNP di masa depan

Rapat dilakukan di warung makan biasa, kami membicarakan agenda tahunan dan rancangan kegiatan rutin.

Kegiatan bersih pantai

Kegiatan pembersihan sampah di area pantai, dilakukan di pantai Br. Nyuh sampai pantai Toyapakeh.

Pertemuan Pertama

Saat pertama kali anggota inti bertemu, ngobrol dan bercanda, hingga mencetuskan kegiatan pertama kita yaitu Bersih Pantai, Sosialisasi Terumbu Karang dan Penanaman Pohon.

Kegiatan Sumbang Buku ke Sekolah Terpencil

Foto bersama siswa, BATC sebagai donatur, dan anggota FDKMNP.

Sosialisasi BATC

BATC memberikan sosialiasi sekolah penerbangan.

Thursday, May 30, 2013

Implementasi “Kecil tapi Nyata” Yayasan Genitri Bali dan FKMNP ajak STT Tanam Pohon Upakara

Sebagai pulau kecil, hampir semua sisi kehidupan masyarakat Nusa Penida sangat dipengaruhi dan tergantung dengan Bali daratan. Salah satu ketergantungan yang tanpa kita sadari adalah pemenuhan bunga atau pohon untuk keperluan upakara. Setiap ada upakara baik itu tingkatan nista, madya dan utama, semua pasokan keperluan didatangkan dari seberang.
Seandainya saja, masyarakat punya sedikit kemauan, maka niscaya pemenuhan sarana upakara tidak mesti diimpor. Terlihat sederhana memang bahkan beberapa di antara kita terkesan mengentengkan, “Ah meli babar nah pang enggal.” (red: beli saja biar cepat). Ini adalah potret pola piker konsumtif yang sama sekali tidak menunjukkan kreatifitas. Jika kebiasaan seperti ini terus dininabobokan tanpa ada upaya untuk menguranginya maka praktis masyarakat di Nusa Penida menjadi konsumen sejati. “Ini adalah wujud partisipasi dan implementasi kami sebagai warga Nusa Penida melalui wadah kecil FKMNP, kecil tapi nyata,” paparnya diakhir kegiatan.
Sasaran Kegiatan
Bertolak dari keadaan inilah, Forum Krama Muda Nusa Penida (FKMNP) membuat terobosan dengan penanam bunga dan pohon upakara. Program penanaman diagendakan serangkaian untuk memperingati hari bumi pada 22 April. Penanaman pohon upakara didukung oleh beberapa lembaga, yaitu Yayasan Genitri Bali dan STT di Nusa Penida. “Untuk pengadaan bibit, itu sepenuhnya disediakan oleh Yayasan Genitri Bali,” tegas Agus Koriana selaku Ketua Umum FKMNP. Gus Kori demikian biasa ia dipanggil, mengatakan bahwa program ini melibatkan generasi muda dengan menyasar sejumlah STT sebagai pilot project, antara lain STT Eka Putra di Banjar Batumulapan, STT di Banjar Semaya, STT di Banjar Jurang Batu, STT Banjar Tanglad, STT Banjar Cemulik, dan STT Banjar Sebunibus. STT dinilai memiliki peran dan andil besar untuk mengubah paradigma konsumerisme di masyarakat meskipun pada tataran yang kecil.
Konsep Go Green dan Gumi Banten
Menurut Wiwik selaku koordinator Yayasan Genitri Bali, bibit yang disebar kurang lebih 300 batang. Semua bibit merupakan bahan untuk banten upakara antara lain; cempaka, sandat, majegau, cendana, cemara geseng, nagasari, pangi, kawista dan beberapa jenis kelapa. Wiwik menegaskan bahwa kegiatan ini selain untuk membantu penghijaun juga dimaksudkan agar masyarakat Nusa Penida lebih mudah  mendapat bahan untuk keperluan upakara.

“Kasian sekali kalau masyarakat harus mencari bahan upakara sampai ke Bali daratan sementara masyarakat bisa membudidayakannya sendiri. Untuk itulah kami dari Yayasan Genitri Bali berusaha memfasilitasi untuk pengadaan bibitnya,” ungkapnya.

Ia pun berharap pihak yang menerima bibit untuk bertanggungjawab dalam artian bibit harus dirawat sehingga bisa tumbuh dan memberi manfaat. Apabila ini berhasil, pihaknya meminta kegiatan seperti ini bisa disebarluaskan di masyarakat dan ia siap mendukung penyediaan bibit. Proses pengiriman bibit dilaksanakan pada Sabtu (13/4), bibit berhasil diangkut berkat bantuan dari fast boat Semaya One. Ditengah hujan rintik yang mengguyur, sejumlah anggota FKMNP dan ABK Semaya One fast cruise, bahu membahu menaikkan bibit yang sebelumnya diangkut dengan mobil dari nursery Yayasan Genitri Bali. Tepat pukul 17.30, boat sudah lego jangkar dan bibit diturunkan. Selanjutnya bibit dikirim ke sejumlah lokasi sesuai tujuan awal. Minggu (14/4), dilakukan Pengambilan bibit di nursery Yayasan Genitri Bali Pengangkutan bibit oleh SemayaOne Fast Cruise Penyerahan bibit secara simbolis oleh Ketua FKMNP penyerahan dan penanaman secara simbolis di wantilan Banjar Batumulapan dan diikuti STT lain yang ditunjuk. Tahapan awal, tanaman upakara ditanam di areal pura dan pekarangan rumah untuk memudahkan pengawasan. Disela-sela kegiatan, Ketua STT Eka Putra, I Kadek Sugiarta yang lebih dikenal “Kokot”, sangat apresiasif terhadap kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini mampu mengarahkan kaum muda untuk peduli lingkungan dan mengurangi dominansi tindakan remaja yang cenderung negatif, ungkap tokoh muda yang juga seorang guru dengan mimik serius. Pada kesempatan yang sama, Gus Kori menandaskan keinginannya agar program seperti ini tetap berlanjut dan menyampaikan terimakasih pada Yayasan Genitri Bali yang sudah menyediakan bibit serta Semaya One fast cruise yang mengakomodasi pengangkutan secara penuh yang diamini oleh Koordinator Kesenian dan Budaya FKMNP, I Gede Purwa Adnyana. “Ini adalah wujud partisipasi dan implementasi kami sebagai warga Nusa Penida melalui wadah kecil FKMNP, kecil tapi nyata,” paparnya diakhir kegiatan.

Friday, November 16, 2012

Forum Diskusi Krama Muda Nusa Penida Kunjungi Bali Nuraga : Serahkan Bantuan

 Forum Diskusi Krama Muda Nusa Penida Klungkung dibawah pinpinan Komang Widana melakukan kunjungan selama lima hari di Desa Bali Nuraga, Way Panji, Lampung Selatan. Mereka tiba di Desa yang luluh lantak karena kerusuhan antar Desa tersebut 15 Nopember lalu. Kedatangan rombongan FDKMNP tersebut dalam rangka memberikan dan menyerahkan bantuan kepada warga setempat. Bantuan diterima langsung Ketua PHDI Lampung Selatan Made Sukintra.
Bantuan diantaranya berupa uang tunai sebesar Rp Rp.69.471.000. selaian bantuan berupa uang juga ada bantuan berupa genta sebanyak delapan buah dan delapan set pakaian Pemangku. Bantuan Genta dan pakaian Pemangku diberikan karena pakaian dan genta juga dibakar dalam kerusuhan tersebut. Sementara bantuan uang tersebut berasal dari aksi penggalian dana yang dilakukan melalui aksi peduli Lampung yang dilakukan selama ini.
Pada penerimaan bantuan Ganta tersebut langsung dilakukan upacara Pasupati. Usai melakukan Pasupati dilanjutkan dengan Persembahyangan bersama yang dilakukan bersama dengan warga setempat. Saat itu juga dilakukan Tunas Tirta Wangsuh Pada dari Pura Dalem Ped, Nusa Penida yang dibawa langsung oleh FDKMNP.
Sukindra dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada kerama Bali yang telah membantu melalui FDKMNP. Bantuan ganta diakui sangat diperlukan untuk membangkitkan semangat keagamaan di desa tersebut. Sukindra juga menyampaikan terima kasih kepada kerama Bali yang menaruh perhatian begitu besar kepada kerama Bali Nuraga yang kena musibah.
Sementara itu menurut Widana yang didampingi rekan rekanya Komang Kamartina dan Yusi Laman berharap agar warga Bali Nuraga segera bangkit kembali. Selaian itu Tirta khusus yang dibawa dari Pura Dalem Ped juga dengan harapan untuk perlindungan dan keselamatan kepada warga Bali Nuraga dan mendapat anugrah pencerahan dari Ide Batara.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini…namun yang terpenting adalah segera bangkit dan kembali bekerja dengan ulet,” harapnya.
Widana sendiri sempat melakukan kunjungan ke beberapa warga di Desa tersebut sambil melihat lihat bekas kerusuhan. Kondisinya sendiri diakui sungguh memprihatinkan. Karena sejauh ini warga masih troma. Banyak warga terutama bapak bapak dan ibu ibu hanya duduk duduk merenung. Mereka rata rata sedih dengan prahara yang menimpa desa mereka. Selaian itu banyak cerita kejadian juga didapat dari warga setempat.
Wayan Dastra menceritakan saat kejadian bersama keluarganya mengungsi di kebun karet. Saat kembali dia telah mendapati rumahnya sudah hangus terbakar. Tidak itu saja uang Rp 86 juta raib diduga dijarah para pelaku. Selain itu dua buah laptop, perhiasan dan satu unit sepeda motor merk Honda juga raib. Begitu juga 30 ton gabah kering yang menjadi simpanan keluarga ini ludes dibakar masa.
Korban Jro Gde Adnyana juga mengakui rumah dan semua perlengkapan upcara terbakar. Bukan itu saja, genta dan lontar lontar peninggalan orang tuanya juga habis. Tiga unit rumahnya juga rata dengan tanah karena dibakar.

Sumber : Metro Bali

Friday, November 2, 2012

Peduli Bali Nuraga


"Hidup adalah kesempatan untuk berbuat bagi sesama"
Mari bersama FDKMNP ikut aksi solidaritas penggalangan dana untuk Korban pengungsi BaliNuraga Lampung pada sabtu 3 November 2012 jam 09.00 Wita di Lampu Stopan Kampus UNUD Sudirman Denpasar "bersama2 menjadi duta kemanusiaan & Perdamaian" contact ; Widana Noesa087860627462, Wayan Sukadana; 085935197028, Gus Hell0817550419

Saturday, September 22, 2012

FDKMP Galang Dana


Sejumlah pemuda asal Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang tergabung dalam Forum Diskusi Krama Muda Nusa Penida menggalang dana sukarela untuk membantu 12 anak-anak yang ayahnya menjadi korban tenggelam kapal Sri Mudah Rezeki.

Hati mereka terketuk karena anak-anak ini menjadi piatu dan ibu mereka menjadi janda. Sementara ayah mereka yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal mengenaskan sepulang ngayah Upacara Adat Ngaben di Nusa Lembongan.
Ayah-ayah yang meninggal itu pun profesinya sebagai petani sebanyak tujuh orang, guru SD, serta tukang ukir. "Pendapatan keluarga itu benar-benar bergantung dari ayak mereka. ibu-ibu mereka tidak bekerja.kehidupan mereka benar-benar pas-pasan," kata Ketua forum Nyoman Widana.
Karenanya, ia tengah berupaya mengetuk pintu hati semua kenalan, saudara, hingga teman-temannya untuk berpunia (menyumbang) sukarela terutama untuk membantu sekolah 12 anak dari sembilan janda para korban.
Berdasarkan data dari forum tersebut, tiga anak masih duduk di sekolah dasar, empat orang di sekolah menengah atas, dua anak di sekolah menengah pertama, serta sisanya kuliah D3.
"Kami berharap banyak teman, sahabat, kenalan, atau siapa saja rela menyumbang untuk mereka karena kami pun tak tahu harus melalui apa jika tidak lewat forum yang kami bentuk ini," kata Widana.

Sumber: kompas.com

Wednesday, September 19, 2012

Video Petisi Nusa Penida



Lagu Ciptaan I Wayan Sukadana (vocalis)
km Budiartha / manghell (gitaris)
kadek Ludra / kdek arackabilly (bassis)
agus Koriana / gushell (drumer)
video km hedi / kambic

Wednesday, September 12, 2012

Proyek Puskesmas Nusa Penida I Terkatung-katung


Warga di Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung meminta proyek pembangunan gedung Puskesmas Nusa Penida I yang sudah dikerjakan sejak tahun 2010, segera diselesaikan dan bisa beroperasi. Soalnya, pengerjaan proyek yang berlokasi di Desa Batununggul, Nusa Penida ini terus terkatung-katung, dan tidak jelas kapan target penyelesaiannya. Bahkan, proyek yang juga tidak jelas berapa anggarannya ini sempat terhenti, karena tidak ada kontraktor yang mau melakukan penawaran.
Warga setempat, Wayan Sukadana, yang juga Pengurus Forum Diskusi Krama Muda Nusa Penida, Selasa (11/9) kemarin, mengatakan, proyek Puskesmas Nusa Penida I ini terdapat empat bagian gedung yang sebelumnya sempat dikerjakan. Tetapi satu bangunan utama dari proyek itu belum selesai. Sukadana berharap proyek ini segera diselesaikan dan dilengkapi dengan sumber daya manusia (SDM) serta peralatannya.
Sebab, masyarakat di Nusa Penida sangat membutuhkan pelayanan kesehatan yang memadai. "Sebab jika ada warga yang mau melahirkan atau dioperasi, bila harus menyeberang ke Klungkung daratan menuju RSU Klungkung, itu akan memakan waktu terlalu lama, terlebih dalam kondisi darurat seperti itu. Apalagi saat ini transportasi dari Nusa Penida ke Klungkung daratan maupun sebaliknya tidak lancar," ujarnya.
Sebelumnya, permasalahan megap-megapnya proyek itu juga sempat ditanyakan oleh warga setempat maupun dari pengurus Forum Diskusi Krama Muda Nusa Penida kepada Gubernur Bali saat melakukan simakrama ke Nusa Penida. Saat itu katanya, Gubernur sempat marah-marah karena pengerjaannya tidak keruan dan ada yang salah dalam proses tender.
Sejak mulai dikerjakan tahun 2010, proyek gedung rawat inap ini sempat terhenti pada tahun 2011 karena tidak ada pihak kontraktor yang mau mengerjakan. Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Klungkung, dr. Gusti Ngurah Agung Suastika, kemarin, mengatakan proyek itu baru mulai dikerjakan lagi pada awal September 2012. Anehnya, Suastika mengatakan tidak tahu berapa besaran anggaran yang digunakan yang diketahui bersumber dari APBD Provinsi dan Kabupaten itu.
"Proyek pembangunan Puskesmas Nusa Penida I pengerjaannya sudah 61 persen, kami berharap bisa selesai pada akhir tahun 2012. Sehingga tahun 2013 sudah bisa memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Nusa Penida," kata Suastika. Setelah proyek itu dinyatakan selesai, rencananya baru akan diusulkan untuk melengkapinya dengan sumber daya manusia (SDM) dan peralatannya.
Di Kemacatan Nusa Penida ada tiga Puskesmas Induk yakni Puskesmas Nusa Penida I di Desa Batununggul, Puskesmas Nusa Penida II di Desa Jungutbatu, dan Puskesmas Nusa Penida III di Desa Klumpu.

Monday, August 13, 2012

Siswa SDN 4 Batukandik Belajar di Tanah


Semarapura (Bali Post) -Dunia pendidikan di wilayah Nusa Penida, Klungkung ternyata betul-betul dianaktirikan. Buktinya, ada sekolah yakni SDN 4 Batukandik yang berlokasi di Br. Buluh, Desa Batukandik, Nusa Penida kondisinya sangat memprihatinkan. Dua unit gedung yang dipakai proses belajar mengajar para siswa rusak parah. Bahkan kondisi sarana prasarana berupa bangku dan kursi yang ada di sekolah tersebut sebagian besar reot dan rusak.


Ironisnya lagi, dua bangunan di sekolah tersebut kondisi lantainya tidak berkeramik alias masih tanah dan berdebu. Bagian atap gedung sekolah juga tidak ada plafonnya. Pintu ruangan masing-masing kelas juga rusak. Bahkan kondisi bangku yang dipakai belajar mengajar siswa sebagian besar sudah rusak.

Pihak sekolah sendiri angkat tangan terkait masalah tersebut. Fasilitas buku yang dimiliki masih mengandalkan beberapa buku pelajaran saja sehingga para siswa lebih banyak memanfaatkan satu buku untuk tiga orang. Hal ini diakui Kepala SDN 4 Batukandik Wayan Sukra. Menurut Sukra, sekolah yang dipimpinnya terakhir direnovasi tahun 1997. Kondisinya pun kini parah. Bangunannya juga sudah lapuk dimakan rayap.

Sukra mengaku heran, dari sekian banyak sekolah yang ada di Nusa Penida, hanya sekolah tempatnya mengajar yang kondisinya seperti ini. Berbeda dengan sejumlah sekolah yang berada di dataran rendah kelihatan mentereng dan sangat layak melakukan proses belajar mengajar. "Entah karena sekolah ini jauh ke dalam, makanya kurang menjadi perhatian," ketusnya.

Menurut Sukra, pihaknya sudah berulang kali melakukan pengajuan bantuan renovasi gedung ke dinas terkait, dalam hal ini Disdikpora Klungkung. Namun sayangnya, sampai sekarang tidak ada tanggapan. "Hampir tiap tahun kita usulkan untuk diganti. Tapi tak ada tanggapan," ujarnya.

Ditambahkan, sekolah tersebut juga tidak memiliki ruang guru. Para guru yang berjumlah sembilan orang, kini memanfaatkan ruang perpustakaan yang ada. Sedangkan jumlah murid yang ada di sekolah setempat sebanyak 71 orang.

Sementara salah seorang pengurus Forum Diskusi Krama Muda Nusa Penida, Wayan Darsana berharap pemerintah juga memperhatikan kemampuan guru-guru yang mengajar di sekolah. Salah satunya dengan memberikan pelatihan agar wawasan para guru di Nusa Penida dapat berkembang.

Sumber: www.balipost.com